Kamis, 02 Juni 2011

(Materi SMA) Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

A.Macam-macam proses Pencernaan makanan 
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan system pencernaan. System pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.
          Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperi berikut :
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul
          Makanan mengalami proses pencernaan diawali sejak masuknya makanan di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
1.  Ingesti: pemasukan makanan dalam tubuh
2.  Mastikasi: proses mengunyah makanan
3.  Deglutisi: proses menelan makanan
4.  Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
5.  Absorpsi : Proses penyerapan
6.  Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh
B. Organ-organ sistem pencernaan
1. Mulut
        Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara cara seperti ini disebut dengan ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah,gigi, dan kelenjar saliva (air liur)
a.    Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indra yang sensitive terhadap suhu dingin, panas dan tekanan.
b.    Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini guna membantu memudahkan enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
c.    Kelenjar saliva
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amylase dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan asam atau basa.


2. Faring
          Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung, pernafasan akan terhenti sementara, laring naik dan epiglottis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan.
3. Kerongkongan
          Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltis dinding kerongkongan. Gerak peristaltis adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang di timbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan.
4. Lambung
Lambung sering dikatakan sebagai perut besar yang terdiri dari empat bagian yaitu bagian kardiak, fundus, badan lambung dan pylorus. Pada daerah fundus lambung menghasilkan getah lambung yang berisi campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung (HCl), serta enzim pepsin, renin dan lipase.
5. Pankreas
     Pankreas adalah kelenjar berwarna keputihan, terbentuk dari usus dua belas jari, dan terletak dibawah permukaan bawah lambung. Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pancreas. Getah pankreas mengandung zat-zat seperti natrium bikarbonat, amilase, lipase, tripsin, kimotripsin, peptidase, dan nuclease.
6. Hati
Meskipun hati bukan salah satu organ pencernaan, tetapi hati dapat mensekresikan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam pencernaan lemak. Lemak diemulsikan menjadi tetesan-tetesan halus sehingga lebih mudah dicerna dan diserap.

7. Usus halus (intestinum tenue)

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Pada duodenum bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi.Di dalam jejunum, makananan mengalami pencernaan secara kimiawi oelh enzim yang dihasilkan dinding usus, sehingga makanan semakin halus dan cenderung encer. Di dalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukakan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.

8. Usus besar (kolon)

Usus besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus. Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar, dan kolon turun. Kolon memiliki tambahan usus yaitu umbai cacing atau apendiks. Bagian akhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang menggelembung yang disebut rektum.  Rektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi.
2. Zat Makanan
Makanan mempunyai peranan penting,
antara lain:
1. untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh;
2. menjaga jaringan tubuh agar tidak rusak;
3. sebagai penghasil energi;
4. mengatur proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh;
5. sebagai benteng tubuh dari berbagai macam kuman penyebab penyakit.
Dari semua fungsi yang disebutkan itu, menunjukkan bahwa manusia
hidup selalu memerlukan makanan. Seseorang yang kekurangan makan akan
terlihat kurus, apalagi apabila seseorang tidak diberi makanan dalam jangka
waktu yang lama. Apa yang akan terjadi? Mengapa terjadi demikian?
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari seharusnya tidak sekedar
cukup dalam kuantitas atau jumlahnya saja, tetapi juga harus baik kualitasnya
agar baik pula efeknya bagi tubuh. Artinya, makanan harus memenuhi
komposisi sehat, bergizi, dan seimbang. Makanan yang demikian harus
memiliki syarat-syarat berikut.
1. Makanan sehat harus bersih, tidak mengandung bibit penyakit, dan tidak
mengandung zat yang membahayakan bagi tubuh, misalnya racun dan
zat sintetis yang berbahaya (pewarna, penyedap, dan pengawet
buatan). Unsur-unsur itu dalam jangka pendek tidak begitu terasa bagi
tubuh, namun dalam jangka panjang jika kita sering mengkonsumsinya
dapat menyebabkan berbagai macam penyakit).
2. Makanan yang bergizi harus mengandung cukup karbohidrat, lemak,
dan protein sebagai penghasil energi. Protein yang baik untuk tubuh
harus memenuhi 10 macam asam amino esensial, antara lain isoleusin,
leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, valin. Vitamin dan mineral
di dalamnya. Vitamin yang masuk ke dalam tubuh digunakan sebagai
zat pembangun dan memperlancar metabolisme dalam tubuh, misalnya
vitamin A, B, C, D, E, K dan lain-lain. Sedangkan mineral, walaupun
dalam jumlah sedikit penting sekali untuk metabolisme, misalnya kalium,
fosfor, besi, natrium, dan lain-lain.
3. Makanan harus seimbang, artinya gizi yang terkandung di dalamnya
    harus cukup, sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
4. Makanan juga harus mudah dicerna, sehingga dapat dapat terserap optimal
Gangguan pada sistem pencernaan
Gangguan sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan, kebiasaan
hidup, infeksi, maupun gangguan alat-alat dalam. Beberapa gangguan
yang terjadi dalam pencernaan makanan adalah sebagai berikut.
1. Paratitis, disebut juga penyakit gondong. Penyakit ini disebabkan oleh
virus. Hal ini merupakan suatu kondisi, yaitu terjadinya infeksi pada
kelenjar parotis.
2. Xerostomia, kelainan yang menyebabkan produksi saliva sedikit.
3. Gastritis, yaitu radang kronis yang terjadi pada lapisan mukosa dinding
lambung, penyebabnya karena makanan yang terkena kuman atau
kelebihan HCl.
4. Disfagia, adalah keadaan lambung yang rusak akibat alkohol dan suatu
racun tertentu.
5. Peritonitis, terjadi akibat peradangan yang terjadi pada selaput perut.
6. Hepatitis, yaitu infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyakit
ini dapat menular melalui makanan atau minuman, transfusi darah,
hubungan seksual, pemakaian jarum suntik lebih dari satu orang.
7. Apendisitis, penyebabnya karena adanya radang yang terjadi pada usus
buntu. Keadaan ini bisa disebabkan karena makanan yang membusuk
atau karena infeksi bakteri.
8. Konstipasi disebut juga sembelit, yaitu keadaan sulit buang air besar pada
seseorang. Ini bisa disebabkan karena penyerapan air di dalam usus
besar yang berlebih, sehingga feses menjadi keras. Perasaan stres dan
takut juga dapat memicunya.
9. Diare, penyakit ini diakibatkan oleh infeksi bakteri pada kolon sehingga
mengakibatkan gangguan pada penyerapan air, akibatnya feses menjadi
encer atau mencret.
10. Hemoroid, penyakit ini muncul karena pecahnya pembuluh vena di
daerah anus. Sembelit dapat memicu terjadinya kelainan ini.














---
DAFTAR PUSTAKA
Buku Biologi Untuk SMA Kelas XII , Priadi arif2006. Yudhistira.
Buku Biologi Untuk  Kelas XII, Langkah Sembiring, dkk. 2006. Sunda Kelapa Pustaka.


Rabu, 01 Juni 2011

(Materi SMA) Sistem Pencernaan


                                                              SILABUS

Identitas Sekolah             : Sekolah Menengah Pertama ( SMA )
Mata Pelajaran                : Biologi
Kelas/Program                           : XI /IPA
Semester                          : I
Standar Kompetensi         : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan      tertentu,kelaianan dan/atau penyakit yang mungin terjadi, serta implkasinnya pada Salingtemas
Kompetensi dasar           : 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , funsi, dan proses serta  kelainan /penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan misalnya ruminansia
Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapain Kompetensi

Penilaian
Alokasi
Waktu
(menit)
Sumber belajar

Tehnik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen


1.     Macam-macam proses pencernaan.
2.     Organ- organ sistem Pencernaan.
3.     Fungsi organ-organ pencernaan.
4.     Proses pencernaan makanan









·  Melalui slide power point guru menjelaskan 2 macam proses pencernaan berdasarkan prosesnya.
·  Melalui slide Powerpoint, guru menyebutkan organ-organ sistem pencernaan.
·  Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan.
·  Melalui diskusi STAD, siswa dapat bekerjasama dengan anggota kelompoknya, untuk menjawab LKS yang dibagikan oleh guru.
·  Melalui metode STAD, diharapkan siswa lebih memahami materi sistem pencernaan.  












Produk
1.  Menjelaskan macam-macam proses pencernaan berdasarkan prosesnya.
2.  Menyebutkan organ-organ sistem pencernaan secara berurut.
3.  Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan.
4.  Menjelaskan proses pencernaan makanan.


Proses
5.Perhatian, konsentrasi siswa dalam kegiatan proses belajar megajar.
6.Keaktifan siswa dalam menyampaikan suatu pendapat.
7.Keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan.
8. Kerjasama, dan interaksi siswa dalam diskusi.
Psikomotor
9. Keterampilan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi.
10.Keterampilan siswa dalam menjawab pertanyaan.
11. Keterampilan siswa untuk menanggapi hasil diskusi.


Afektif:
Karakter
Menunjukkan perilaku berkarakter, meliputi : Teliti, jujur, peduli, tanggung jawab,  bekerja sama, terbuka, memgemukakan pendapat atau ide dan menghargai pendapat teman.
Keterampilan Sosial
Menunjukkan kemampuan keterampilan sosial, meliputi: Bertanya, menyumbang ide atau pendapat, menjadi pendengar yang baik, komunikasi, kerjasama.















Tes
Tes
Tes
Tes


pengamatan



Pengamatan



Pengamatan




Pengamatan

Tes tulis
Tes tulis
Tes tulis
Tes tulis






Psikomotor



Pengamatan afektif karakter


Pengamatan keterampilan sosial






LP- 1

LP-1

LP-1

LP-1


    LP-2



LP-3


LP-4



LP-5
2x45’


Buku Biologi Untuk SMA Kelas XII , Priadi arif2006. Yudhistira.
Buku Biologi Untuk  Kelas XII, Langkah Sembiring, dkk. 2006. Sunda Kelapa Pustaka.
LKS
Power Point








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)



Mata Pelajaran       : Biologi
Kelas/ Semester      : XII (Duabelas)/ 1
Pertemuan             : 1
Alokasi Waktu       : 2 Jam pelajaran (2x × 45 menit)



Standar Kompetensi
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan      tertentu,kelaianan dan/atau penyakit yang mungin terjadi, serta implkasinnya pada Salingtemas.
Kompetensi Dasar
3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , funsi, dan proses serta  kelainan /penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan misalnya ruminansia.
I. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
a. Produk
1.   Siswa mampu menjelaskan macam-macam proses pencernaan berdasarkan prosesnya.
2.   Siswa mampu menjelaskan proses pencernaan makanan.
3.   Siswa mampu menyebutkan organ-organ sistem pencernaan secara berurut.
4.   Siswa mampu menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan.
b. Proses
6. Diterapkan sebuah model pembelajaran berupa  Student Teams  Achievement Division (STAD), siswa dapat  aktif dalam penyajian presentasi kelompok, sehingga terjadi diskusi kelas.
Psikomotor
7. Dengan model STAD tersebut, siswa dapat menunjukkan keterampilannya berkomunikasi dengan siswa lainnya, kerja sama yang baik, dan kekompakan mereka dalam berdiskusi.




Afektif
a.    Karakter
Selama proses pembelajaran siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam perilaku berkarakter, meliputi: Teliti, jujur, peduli, tanggung jawab, bekerja sama, terbuka dan menghargai pendapat teman sesuai dengan lembar pengamatan perilaku berkarakter.
b.    Keterampilan sosial
Selama proses pembelajaran , siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam keterampilan sosial, meliputi: bertanya, menyumbang ide atau pendapat, menjadi pendengar yang baik, komunikasi sesuai dengan lembar pengamatan keterampilan sosial.
II. Indikator
Kognitif
a.     Produk
1.     Menjelaskan macam-macam proses pencernaan.
2.     Menyebutkan organ-organ sistem pencernaan secara berurut.
3.     Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan.
4.     Menjelaskan proses pencernaan makanan.
Proses
5.    Mempresentasikan hasil diskusi kelompok kecil, dan terjadi umpan balik dari kelompok lain sehingga menjadi diskusi kelas.
Psikomotor
6.    Berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik sesama anggota kelompok maupun anggota kelompok lain.
 Afektif
a. Karakter
Menunjukan perilaku berkarakter, meliputi Teliti, jujur,  peduli, tanggung jawab, bekerja sama, terbuka dan menghargai pendapat teman.
b. Keterampilan Sosial
Menunjukkan kemampuan keterampilan sosial, meliputi: Bertanya, menyumbang ide atau pendapat, menjadi pendengar yang baik, komunikasi .
III. Materi Pembelajaran
1.     Macam-macam proses pencernaan makanan berdasakan prosesnya.
2.     Proses pencernaan makanan.
3.     Organ- organ sistem Pencernaan.
4.     Fungsi organ-organ pencernaan.



IV. Model Pembelajaran
1.    Model : Pembelajaran Kooperatif
2.    Metode : Ceramah, STAD.
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 x 45 menit)
Untuk Tujuan Pembelajaran No: 1, 2, 3, 4 dan tujuan afektif
Pembukaan (+ 10 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Memasuki ruang kelas dan menanyakan kabar siswa, meminta salah satu siswa untuk memimpin do’a dan mengabsen, setelah itu memberikan apersepsi yang berhubungan dengan sistem pencernaan yaitu ” Tubuh sehat merupakan keinginan setiap orang. Hal ini karena dapat mendukung kelancaran aktivitas kita. Gemuk dan kurus sangat dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan sangat mempengaruhi kesehatan pencernaan. Pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan alat pencernaan kita. Misalnya kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dapat berpengaruh terhadap asam lambung, demikian juga dengan mengonsumsi makanan berserat dapat mempermudah buang air besar.
Selanjutnya, guru mengarahkan siswa untuk berpikir tentang system yang akan dipelajari melalui apersepsi yang telah diberikan.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Guru menyebutkan materi yang akan dipelajari.








Inti (+ 70 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang beranggotakan 3 orang dalam 1 kelompok.
 Guru menyampaikan materi pelajaran secara umum yang berhubungan dengan sistem pencernaan, diantaranya Macam-macam proses pencernaan. Proses pencernaan makanan,Organ- organ sistem Pencernaan dan Fungsi organ-organ pencernaan.
Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok berupa LKS untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat  menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Setiap wakil dari kelompok mempresentasikan hasil diskusinya sehingga terjadi diskusi kelas.
Siswa dari kelompok lain mendengarkan dan menanggapi hasil diskusi dari kelompok tersebut.
Setelah semua wakil dari setiap kelompok telah mempresentasikan hasil diskusinya maka guru memberi evaluasi berupa soal pilihan ganda untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi sistem pencernaan.










Penutup (10  menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru menunjuk salah satu siswa untuk  menyimpulkan materi pelajaran. 




VI. Media Pembelajaran
A. Sumber Belajar
              1. Buku Biologi Untuk SMA Kelas XII , Priadi arif2006. Yudhistira.
2. Buku Biologi Kelas XII IPA , Sembiring langkah, Sunda Kelapa
Pustaka.
3. LKS
4. Power point
B. Sarana / Alat Belajar
1. Papan tulis
2. Spidol
3. Laptop
4. LCD
5. Lembar Tugas diskusi.
VII. Penilaian
1.    Diskusi STAD
2.    Komunikasi yang baik
3.    Perhatian atau konsentrasi dalam kegitan belajar mengajar




Makassar,    April 2011
       Mengetahui
                                                                          
  Dosen Pembimbing                                    Mahasiswa Microteaching



Arsad Bahri, S.Pd, M.Pd.                                       Irnayanti Bahar
NIP. 1984 01 15 2006 04 1 002                          NIM. 08140407
MATERI AJAR
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

A.Macam-macam proses Pencernaan makanan 
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan system pencernaan. System pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.
          Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperi berikut :
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul
          Makanan mengalami proses pencernaan diawali sejak masuknya makanan di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
1.  Ingesti: pemasukan makanan dalam tubuh
2.  Mastikasi: proses mengunyah makanan
3.  Deglutisi: proses menelan makanan
4.  Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
5.  Absorpsi : Proses penyerapan
6.  Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh
B. Organ-organ sistem pencernaan
1. Mulut
        Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara cara seperti ini disebut dengan ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah,gigi, dan kelenjar saliva (air liur)
a.    Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indra yang sensitive terhadap suhu dingin, panas dan tekanan.
b.    Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini guna membantu memudahkan enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
c.    Kelenjar saliva
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amylase dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan asam atau basa.


2. Faring
          Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung, pernafasan akan terhenti sementara, laring naik dan epiglottis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan.
3. Kerongkongan
          Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltis dinding kerongkongan. Gerak peristaltis adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang di timbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan.
4. Lambung
Lambung sering dikatakan sebagai perut besar yang terdiri dari empat bagian yaitu bagian kardiak, fundus, badan lambung dan pylorus. Pada daerah fundus lambung menghasilkan getah lambung yang berisi campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung (HCl), serta enzim pepsin, renin dan lipase.
5. Pankreas
     Pankreas adalah kelenjar berwarna keputihan, terbentuk dari usus dua belas jari, dan terletak dibawah permukaan bawah lambung. Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pancreas. Getah pankreas mengandung zat-zat seperti natrium bikarbonat, amilase, lipase, tripsin, kimotripsin, peptidase, dan nuclease.
6. Hati
Meskipun hati bukan salah satu organ pencernaan, tetapi hati dapat mensekresikan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam pencernaan lemak. Lemak diemulsikan menjadi tetesan-tetesan halus sehingga lebih mudah dicerna dan diserap.

7. Usus halus (intestinum tenue)

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Pada duodenum bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi.Di dalam jejunum, makananan mengalami pencernaan secara kimiawi oelh enzim yang dihasilkan dinding usus, sehingga makanan semakin halus dan cenderung encer. Di dalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukakan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.

8. Usus besar (kolon)

Usus besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus. Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar, dan kolon turun. Kolon memiliki tambahan usus yaitu umbai cacing atau apendiks. Bagian akhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang menggelembung yang disebut rektum.  Rektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Biologi Untuk SMA Kelas XII , Priadi arif2006. Yudhistira.
Buku Biologi Untuk  Kelas XII, Langkah Sembiring, dkk. 2006. Sunda Kelapa Pustaka.

























LP 4 : Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
                                                                                                                  
Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = Sangat baik
B = Memuaskan
C = Menunjukkan kemajuan
D = Memerlukan perbaikan                                             
No.
Nama Siswa
NIS
Perilaku Berkarakter
Ketelitian
Kejujuran
Peduli
Komunikasi
Kerja Sama
Terbuka dan Menghargai Teman
1








2








3








4








5








6








7








8








9








10








                                                                                   
                                                                                                     Makassar,      April 2011
                                                                                                     Pengamat

                                                                                    (                                               )
Sumber: Johnson, D.W. dan Johnson, R. T. 2002. Meaningful Assessment. A Manageable and Cooperative Process. Boston: Allyn & Bacon.





LP : 5 Format Pengamatan Keterampilan Sosial

Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = Sangat baik
B = Memuaskan
C = Menunjukkan kemajuan
D = Memerlukan perbaikan                                             
No.
Nama Siswa
NIS
Keterampilan Sosial
Bertanya
Menyumbang Ide/Pendapat
Menjadi Pendengar yang Baik
Komunikasi
1






2






3






4






5






6






7






8






9






10






                                                                                   
                                                                                                    Makassar,        April  2011
                                                                                                  Pengamat

                                                                                    (                                               )







LEMBAR KERJA SISWA ( LKS)


1.Macam-macam proses Pencernaan makanan  
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan system pencernaan. System pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.
          Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperi berikut :
a. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
b. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul
          Makanan mengalami proses pencernaan diawali sejak masuknya makanan di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
a.    Ingesti: pemasukan makanan dalam tubuh
b.    Mastikasi: proses mengunyah makanan
c.  Deglutisi: proses menelan makanan
d. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
e.  Absorpsi : Proses penyerapan
f.  Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh
B. Organ-organ sistem pencernaan
1. Mulur
        Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara cara seperti ini disebut dengan ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah,gigi, dan kelenjar saliva (air liur)
g.    Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indra yang sensitive terhadap suhu dingin, panas dan tekanan.
h.    Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini guna membantu memudahkan enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
i.     Kelenjar saliva
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amylase dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan asam atau basa.





2. Faring
          Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung, pernafasan akan terhenti sementara, laring naik dan epiglottis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan.
3. Kerongkongan
          Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltis dinding kerongkongan. Gerak peristaltis adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang di timbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan.
4. Lambung
Lambung sering dikatakan sebagai perut besar yang terdiri dari empat bagian yaitu bagian kardiak, fundus, badan lambung dan pylorus. Pada daerah fundus lambung menghasilkan getah lambung yang berisi campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung (HCl), serta enzim pepsin, renin dan lipase.
1. Pankreas
     Pankreas adalah kelenjar berwarna keputihan, terbentuk dari usus dua belas jari, dan terletak dibawah permukaan bawah lambung. Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pancreas. Getah pankreas mengandung zat-zat seperti natrium bikarbonat, amilase, lipase, tripsin, kimotripsin, peptidase, dan nuclease.
2.   Hati
Meskipun hati bukan salah satu organ pencernaan, tetapi hati dapat mensekresikan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam pencernaan lemak. Lemak diemulsikan menjadi tetesan-tetesan halus sehingga lebih mudah dicerna dan diserap.

7. Usus halus (intestinum tenue)

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Pada duodenum bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi.Di dalam jejunum, makananan mengalami pencernaan secara kimiawi oelh enzim yang dihasilkan dinding usus, sehingga makanan semakin halus dan cenderung encer. Di dalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukakan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.

8. Usus besar (kolon)

Usus besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus. Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar, dan kolon turun. Kolon memiliki tambahan usus yaitu umbai cacing atau apendiks. Bagian akhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang menggelembung yang disebut rektum.  Rektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi.
Pertanyaan

1.      Jeleskan 2 macam proses pencernaan berdasarkan prosesnya !
2.    Sebutkan dan jelaskan secara singkat proses pencernaan makanan di awali sejak masuknya makanan di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan.
3.     Sebutkan organ-organ yang menyusun sistem pencernaan secara berurutan
4.    Jelaskan fungsi organ-organ penyusun system pencernaan !
                                         

      

                                          
                            
                                                                              
             
                                
                                                       


Kunci Jawaban LKS
1.     Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperi berikut :
a. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
b. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul
2.   Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
* Ingesti: pemasukan makanan dalam tubuh
* Mastikasi: proses mengunyah makanan
 *  Deglutisi: proses menelan makanan
 * Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana   dengan bantuan enzim.
* Absorpsi : Proses penyerapan
3. !Organ organ penyususn system pencernaan
    Jawab: a. Mulut
b.    Faring
c.    Kerongkongan
d.   Lambung
e.    Hati
f.    Pankreas
g.    Usus halus dan Usus besar
5.    Fungsi organ-organ pencernaan:
Jawab:
1. Mulur
        Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara cara seperti ini disebut dengan ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah,gigi, dan kelenjar saliva (air liur)
a.    Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indra yang sensitive terhadap suhu dingin, panas dan tekanan.
b.    Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini guna membantu memudahkan enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
c.    Kelenjar saliva
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amylase dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan asam atau basa.
2. Faring
          Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung, pernafasan akan terhenti sementara, laring naik dan epiglottis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring.
3. Kerongkongan
          Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltis dinding kerongkongan. Gerak peristaltis adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang di timbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan.
4. Lambung
Lambung sering dikatakan sebagai perut besar yang terdiri dari empat bagian yaitu bagian kardiak, fundus, badan lambung dan pylorus. Pada daerah fundus lambung menghasilkan getah lambung yang berisi campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung (HCl), serta enzim pepsin, renin dan lipase.
3. Pankreas
     Pankreas adalah kelenjar berwarna keputihan, terbentuk dari usus dua belas jari, dan terletak dibawah permukaan bawah lambung. Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pancreas. Getah pankreas mengandung zat-zat seperti natrium bikarbonat, amilase, lipase, tripsin, kimotripsin, peptidase, dan nuclease.


4.   Hati
Meskipun hati bukan salah satu organ pencernaan, tetapi hati dapat mensekresikan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam pencernaan lemak. Lemak diemulsikan menjadi tetesan-tetesan halus sehingga lebih mudah dicerna dan diserap.

7. Usus halus (intestinum tenue)

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Pada duodenum bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi.Di dalam jejunum, makananan mengalami pencernaan secara kimiawi oelh enzim yang dihasilkan dinding usus, sehingga makanan semakin halus dan cenderung encer. Di dalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukakan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.

8. Usus besar (kolon)

Usus besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus. Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar, dan kolon turun. Kolon memiliki tambahan usus yaitu umbai cacing atau apendiks. Bagian akhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang menggelembung yang disebut rektum.  Rektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi.


LEMBAR PENILAIAN  1  (PRODUK)           
  1. Pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi dilambung disebut proses  pencernaan ….